Selasa, 30 April 2013

contoh makalah ekonomi perikanan



KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karuniaNyalah, makalahh ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ekonomi Perikanan, pada semester II, di tahun ajaran 2013, dengan judul Produksi, Ekspor, dan Impor Ikan Kerapu dari tahun ke tahun di Indonesia.

Dengan membuat tugas ini saya diharapkan mampu untuk lebih mengenal tentang perkembangan produksi, ekspor, dan impor ikan kerapu Indonesia.

Dalam penyelesaian makalah ini, saya banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Ibu Mutemainnah Karim
  2. Orang Tua dan keluarga kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta bantuan, baik secara moral maupun spiritual.
  3. Terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam pengumpulan data dan informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, cetak maupun elektronik, yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Terima kasih atas semuanya.
Saya sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Harapan saya, semoga makalah yang sederhana ini, dapat memberi informasi dan pengetahuan untuk bukan hanya para pembaca tapi juga seluruh masyarakat Indonnesia

Penulis

Arfiansyah

.


ABSTRAK

Makalah yang berjudul data produksi ikan kerapu per tahun, dalam makalah ini akan dibahas secara umum  data produksi serta ekspor dan impor ikan kerapu dari tahun ke tahun.
Tujuan pemulisan Makalah ini adalah untuk mengetahui jumlah produksi, ekspor, dan impor ikan kerapu dari tahun ke tahun secara umum.
Metode yang digunakan dalam penulisan Makalah ini adalah dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti internet dan lainnya yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
Berdasarkan hasil informasi yang didapat dari berbagai sumber, dapat disimpulkan bahwa jumlah hasil produksi dan ekspor ikan kerapu mengalami peningkatan, sedangkan impor cendrung stabil.
I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia terdiri dari gugusan pulau-pulau sebanyak 17.508 dengan luas perairan laut Indonesia diperkirakan sebesar 5,8 juta km2 dan panjang garis pantai 95.181 km, keadaan yang demikian menyebabkan Indonesia banyak memiliki potensi yang cukup besar di bidang perikanan, mulai dari prospek pasar baik dalam negeri maupun internasional.
Subsektor perikanan merupakan salah satu subsektor pembangunan yang memiliki peranan yang cukup strategis dalam perekonomian nasional, bahkan subsektor ini merupakan salah satu subsektor penerimaan devisa negara yang penting.  Pembangunan perikanan sebagai bagian dari pembangunan nasional, diarahkan untuk mendukung tercapainya tujuan dan cita-cita luhur bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur.  Harapan untuk menjadikan subsektor ini sebagai pendukung dalam pencapaian tujuan tersebut didasarkan pada potensi perikanan laut yang dimiliki.
Kekayaan Indonesia berupa sumberdaya perikanan yang sangat luas menjadi modal dasar dalam pembangunan nasional sekaligus memiliki potensi yang sangat besar bagi pembangunan kelautan dan perikanan.  Melihat potensi tersebut, usaha bisnis perikanan di Indonesia menunjukkan masa depan yang sangat baik.
Kerapu adalah nama ikan dari sejumlah genus dalam subfamili Epinephelinae dari familia Serranidae di urutan PerciformesIkan kerapu dalam bahasa Inggris, “kerapu” disebut grouper, yang dipercaya berasal dari nama garoupa, yang diperkirakan dari bahasa Portugis. Ada yang mengatakan bahwa nama Portugis ini berasal dari salah satu bahasa asli Amerika Selatan.
Perkiraan pasar untuk nilai jual Ikan Kerapu hidup dijual disejumlah restoran sea food sekitar DKI Jakarta sekarang, untuk jenis ikan Kerapu Tikus/Ikan Kerapu Bebek berkisar antara Rp. 300.000,- – Rp. 400.000,-/kg dan jenis ikan KerapuLodi/Sunu berkisar antara Rp. 100.000,- – Rp. 150.000,-/kg dan untuk jenis ikan Kerapu Macan berkisar antara Rp. 70.000,- – Rp. 100.000,-/kg dan tentu ini sebuah pasar yang membanggakan baik untuk peningkatan perekonomian nelayan, investor dan sumber pendapatan saerah, khususnya Provinsi DKI Jakarta.
1.2 Identifikasi Masalah
Melihat semua hal yang melatarbelakangi perkembangan produksi, ekspor dan impor dari tahun ke tahun, saya menarik beberapa masalah dengan berdasarkan kepada :
1.      Keberadaan Sarana Dan Prasarana
Keberadaan sarana dan prasarana perikanan tangkap di wilayah pesisir sangat mendukung keberhasilan dan kelangsungan usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh para nelayan di laut. Sebagian besar daerah nelayan memiliki sarana dan prasarana jalan yang belum memadai, sehingga daerah nelayan jarang dikunjungi oleh pihak terkait akibatnya daerah ini luput dari perhatian dan program-program pembangunan untuk pengembangan kawasan pesisir.
2.      Pengexplorasian hasil laut Indonesia masih sangat minim karena kurangnya pengetahuan dan beberapa kendala lainnya.

1.3 Pembatasan Masalah

Karena judulnya adalah perkembangan produksi, ekspor dan impor ikan kerapu dari tahun ke tahun jadi saya hanya focus pada data perkembangan ikan kerapu di Indonesia per tahun

1.4 Perumusan Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang dan identiikasi masalah diatas, maka saya dapat mengambil perumusan masalah sebagai berikut:
”Berapa  jumlah produksi, ekspor dan impor ikan kerapu di Indonnesia per tahun?”

1.5 Kegunaan Penulnisan
Kegunaan penulisan ini adalah:
1.      Sebagai informasi bagi masyarakat Indonesia tentang jumlah produksi, ekspor dan impor ikan kerapu di Indonesia.
2.      Sebagai nilai tugas buat saya selaku penulis.

1.6 Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data dan informasi yang di perlukan, penulis mempergunakan bahan dan sumber-sumber dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional yaitu, Internet.

1.7 Hipotesis
Penulisan ini dilakukan berangkat dari keinginan penulis untuk menghasilkan makalah yang memiliki hasil terbaik.

1.8 Waktu dan Lokasi Penulisan
Penulisan ini dilakukan di jln. Perintis Kemerdekaan, pk. 4, lorong 1, Pondokan Logos dalam waktu 24 jam. Dimulai dari pengumpulan data hingga penulisan selesai sepenuhnya.

1.9 Sistematika Penulisan

Pada Makalah ini, akan dijelaskan hasil pengumpulan data dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, kegunaan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, hipotesis, waktu dan lokasi penulisan, sampai terahir kepada sistematika penulisan. Dilanjutkan dengan bab ke dua yang berisi tentang beberapa informasi yang berhubungan dengan Makalah ini.

Bab berikutnya, kami membahas secara keseluruhan tentang masalah yang diangkat, yaitu tentang produksi, ekspor, dan impor ikan kerapu di Indonesia.
Bab keempat merupakan bab penutup dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini, penulis menyimpulkan uraian yang sebelumnya sudah disampaikan, dan memberi saran mengenai apa yang baiknya dilakukan untuk meningkatan khusus produksi dan ekspor ikan kerapu di Indonesia.


II. INFORMASI YANG BERHUBUNGAN DENGAN MAKALAH

Menurut catatan BPS ekspor kerapu memperhatikan peningkatan untuk setiap tahun walaupun belum merupakan komoditas perikanan yang besar. Sasaran utama ekspor adalah Singapura, Hongkok dan Jepang. Nilai ekspor ikan lain-lain termasuk ikan kerapu mencapai volume ekspor 546 ton dibandingkan total ekspor ikan laut saat ini mencapai US$448.631.400.


III. ISI

Produksi ikan kerapu
http://www.serdangbedagaikab.go.id/indonesia/images/investasi/kajian15.jpg
Perkembangan produksi ikan kerapu di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 18,76% selama periode 1991 sampai dengan 1998 dengan jumlah produksi 49.864 ton pada tahun 1998.
Ekspor impor ikan kerapu
Menurut catatan BPS ekspor kerapu memperhatikan peningkatan untuk setiap tahun walaupun belum merupakan komoditas perikanan yang besar. Sasaran utama ekspor adalah Singapura, Hongkok dan Jepang. Nilai ekspor ikan lain-lain termasuk ikan kerapu mencapai volume ekspor 546 ton dibandingkan total ekspor ikan laut saat ini mencapai US$448.631.400.
http://www.serdangbedagaikab.go.id/indonesia/images/investasi/kajian16.jpg
Impor nasional untuk komoditi ikan laut tahun 1994 adalah 11.19 ton dengan nilai impor US$ 3.024.000 atau US$ 272 per ton dan pada tahun 1998 impor ikan laut menurun menjadi 5.460 ton dengan impor US$ 1.340 per ton. Persentase pertumbuhan impor nasional untuk ikan laut yang tertinggi selama 1994-1998 adalah pada tahun 1997 yaitu 22,97%. Persentase pertumbuhan impor nasional ikan laut yang tertinggi selama 1994-1998 adalah 9,39%.
http://www.serdangbedagaikab.go.id/indonesia/images/investasi/kajian17.jpg
Konsumsi ikan laut
Konsumsi ikan laut dapat dihitung dengan metode perhitungan produksi ditambah dengan impor dikurangi dengan ekspor. Komoditi ikan laut pada tahun 1994 mempunyai tingkat konsumsi nasional 2.824.280 ton dan pada tahun 1998 meningkat menjadi 3.379.370 ton. Persentase pertumbuhan konsumsi ikan laut yang tertinggi selama 1994-1998 adalah pada tahun 1995 yaitu 6,62%. Persentase pertumbuhan konsumsi ikan laut secara rata-rata dalam 1994-1998 adalah 4,61%. Berdasarkan metoda diatas, didapatkan tingkat konsumsi nasional untuk ikan laut secara umum pada tahun 1998 adalah 3.379.370 ton. Ini menunjukkan bahwa produksi ikan laut di Indonesia pada tahun 1998 yaitu 3.723.750 ton melebihi permintaan nasional pada tahun 1998, sehingga mempunyai potensi ekspor.
http://www.serdangbedagaikab.go.id/indonesia/images/investasi/kajian18.jpg


IV. PENUTUP
a.       Kesimpulan
Minimnya pengeksplorasian hasil laut Indonesia dipengaruhi sarana dan prasarana sehingga juga turut berdapak pada hasil produksi, ekspor, dan impor hasil laut di Indonesia.
b.      Hendaknya pemerintah turut menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung untuk nelayan sehingga hasil laut Indonesia dapat dimanfaatkan dengan efektif dan efisien karena bidang perikanan juga menyummbang devisa yang besar bagi negara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar